4 Gaya Pengasuhan Anak

Senin, 18 Maret 2019

Tipe parenting atau gaya pengasuha napa yang Ibu terapkan pada anak? Apa pun gaya pengasuhan yang dipilih, Ibu tentu sudah menyadari bahwa cara Ibu berinteraksi dengan anak dan bagaimana Ibu mendisiplinkannya akan memengaruhi anak selama hidupnya. 

Secara garis besar, ada empat gaya pengasuhan: otoriter, permisif, pengabaian, dan otoritatif.  Berikut sekelumit penjelasan tentang 4 gaya pengasuhan tersebut:

 

1. Otoriter

Orang tua otoriter percaya anak harus mengikuti semua aturan tanpa kecuali. Bila anak tak patuh, orang tua akan memberikan hukuman dan bukan konsekuensi. Mereka tidak tertarik untuk bernegosiasi dan fokus pada kepatuhan anak. 

Anak-anak dari orang tua otoriter berisiko lebih tinggi mengalami masalah harga diri karena pendapat mereka tidak dihargai dan bisa menjadi agresif lantaran menyimpan kemarahan terhadap orang tua mereka. Karena orang tuanya ketat, anak pun dapat tumbuh menjadi pembohong untuk menghindari hukuman.

 

2. Permisif

Sangat kebalikan dengan orang tua otoriter. Orang tua permisif sering bersikap lunak. Mereka menetapkan aturan, tetapi jarang menegakkannya. Ketika menggunakan konsekuensi, mereka cukup pemaaf. Begitu anaknya berjanji menjadi anak baik, mereka dengan mudah menarik konsekuensi itu.

Anak-anak dari orang tua permisif menunjukkan lebih banyak masalah perilaku karena tidak menghargai otoritas dan aturan. Harga diri mereka juga cenderung rendah dan sering mengeluh. Mereka berisiko lebih tinggi untuk masalah kesehatan, seperti obesitas, karena orang tua yang permisif akan sulit membatasi asupan tidak sehat, termasuk junk food. 

 

3. Pengabaian

Orang tua dengan gaya pengasuhan pengabaian atau cuek ini seperti mengharapkan anak untuk membesarkan diri mereka sendiri. Orang tua tipe ini mungkin lalai, tetapi tidak selalu disengaja, bisa karena kurang pengetahuan atau karena kewalahan dengan masalah lain.            

Anak-anak dari orang tua yang cuek cenderung berjuang dengan masalah harga diri. Mereka biasanya berkinerja buruk di sekolah. Mereka juga sering menunjukkan masalah perilaku dan cenderung tidak bahagia.

 

4. Otoritatif

Orang tua otoritatif berupaya keras menciptakan hubungan positif dengan anak. Semua aturan ditegakkan dengan memberi alasan dan  konsekuensi, tetapi tetap mempertimbangkan perasaan anak. Mereka juga menggunakan strategi disiplin positif untuk memperkuat perilaku yang baik, seperti sistem pujian dan penghargaan.

Para peneliti menemukan, anak-anak dari orang tua yang otoritatif kemungkinan besar akan menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab yang merasa nyaman untuk menyampaikan pendapat mereka. Anak-anak yang dibesarkan dengan disiplin otoritatif cenderung bahagia dan sukses. Mereka juga lebih cenderung pandai membuat keputusan dan mengevaluasi risiko keselamatan sendiri.

            

Nah, gaya pengasuhan mana yang Ibu terapkan?

 

Penulis: Hanny

Editor: admin

Tags: