5 Hal Ini Dipelajari Anak dari Budaya Antri

Kamis, 29 Agustus 2019

Terkadang anak perlu belajar bahwa ada hal-hal yang ia tak sukai, tapi harus dilakukan, salah satunya antri. 

 

Saat di dokter, berbelanja, naik transportasi umum, bahkan di toilet umum, kita akan bertemu dengan antrean, entah itu antrian panjang atau pendek. Ini adalah situasi yang tidak dapat dihindari dan harus dijalani. 

 

Percayalah, dengan belajar budaya antri anak bisa memetik berbagai pelajaran, seperti:

 

1. Belajar bersabar

Dengan belajar antri ia akan belajar cara menunggu dan cara bersabar. Untuk anak balita, kemampuan mereka dalam mengendalikan emosi mungkin belum berkembang sepenuhnya, namun bukan berarti tak bisa belajar antri. Bawalah beberapa mainan saat ke dokter yang dapat membuat anak tidak rewel saat harus menunggu. Setelah lebih besar, anak pun belajar bahwa ketika harus mengantri, ia perlu mempersiapkan diri agar tidak bosan, seperti membawa buku, mendengarkan musik, dll.

 

2. Belajar lebih toleran

Saat antre di kasir dan Ibu mempersilakan seorang nenek untuk membayar lebih dulu, anak akan belajar lebih toleran dan berempati. Di rumah ajaklah anak berdiskusi tentang situasi tersebut. Jelaskan fisik orang yang sudah tua mungkin sudah tidak kuat lagi untuk mengantri lama. “Lagi pula Nenek tadi kan hanya membeli sedikit barang, jadi Ibu memilih untuk mendahulukan.”

 

3. Belajar beretika

Saat ada kericuhan kecil akibat seseorang menyerobot antrian, anak akan tahu bahwa menyerobot antrean bukan tindakan bijak,  merugikan orang lain, egois, dan bisa mempermalukan diri sendiri. 

 

4. Belajar menghormati orang lain

Mengantri terkadang memang tidak nyaman, kaki pegal dan membuang-buang waktu. Namun dari ketidaknyamanan inilah anak belajar menghormati orang lain, bahwa yang datang lebih dulu berhak mendapat giliran di depan. 

 

5. Belajar disiplin

Saat mengantri, Anak Baik belajar mengatasi emosi yang tidak nyaman dengan cara yang sehat. Ia mampu mengendalikan perilaku impulsif, seperti menahan diri untuk tidak menyerobot antrean atau marah-marah karena antrian yang panjang. Dari situ ia pun dapat belajar disiplin mengatur waktu. Jika tak ingin mengantre panjang, ia bisa datang lebih pagi. 

 

Penulis: Hanny

Editor: admin

Tags: