Mengapa Anak Suka Mencuri?

Kamis, 29 November 2018

Ada beberapa anak yang mencuri tanpa niat buruk. Anak-anak di bawah usia 3 tahun, misalnya, mereka mengambil sesuatu karena belum memahami sepenuhnya perbedaan antara "yang milik saya" dan “yang tidak”. Di usia 3-7 tahun, anak mulai menghormati hal-hal yang dimiliki orang lain. 

 

Rasa hormat terhadap kepemilikan berlanjut pada anak usia sekolah. Saat anak berusia 9 tahun, ia harus menghormati milik orang lain dan memahami bahwa mencuri itu salah. Ia juga harus tahu bahwa ia tidak seharusnya mencuri. 

 

Karena itulah, jika anak usia sekolah sampai mencuri, penyebabnya perlu dicari. Ini beberapa di antaranya:

 

  • Tekanan teman sebaya dan kebutuhan untuk menyesuaikan diri.
  • Anak mungkin marah atau ingin perhatian sehingga mencuri sebagai cara untuk memberontak.
  • Stres di rumah, sekolah, atau dengan teman-teman. 
  • Beberapa anak mencuri sebagai teriakan minta tolong karena kekerasan emosional atau fisik yang mereka alami.
  • Dalam kasus lain, anak-anak mencuri karena mereka tidak mampu membayar untuk barang-barang yang mereka inginkan.

 

Ketika seorang anak tertangkap basah mencuri di suatu toko, misalnya, penting untuk mengembalikan barang yang diambil tanpa izin itu. Konsekuensi yang lebih ketat juga perlu diberikan, namun bukan hukuman fisik. Hukuman fisik (seperti memukul, menampar, mencambuk dengan rotan, dsb) justru dapat membuat anak marah dan bisa mendorongnya untuk terlibat dalam perilaku yang lebih buruk lagi. 

 

Konsekuensi yang diberikan dapat dengan membawa anak kembali ke toko untuk menjelaskan dan meminta maaf atas apa yang terjadi. Rasa malu dapat menjadi pelajaran abadi tentang mengapa mencuri itu salah. 

 

Mereka juga harus tahu bahwa mencuri adalah kejahatan yang melanggar hukum dan dapat membawa konsekuensi yang jauh lebih buruk, termasuk masuk ke rehabilitasi anak-anak nakal atau bahkan penjara.

 

Perilaku mencuri yang dilakukan oleh anak perlu dikonsultasikan pada psikolog, jika :

  • Anak tidak merasa bersalah saat melakukan pencurian.
  • Seorang anak yang terus mencuri.
  • Jika masalah perilaku lainnya juga ada pada anak

 

Penulis: Hanny

Sumber: https://www.hopkinsmedicine.org

Editor: Imelda

Tags: