5 Langkah Mudah Anak Tidur Lebih Nyenyak

Senin, 7 Januari 2019

Tidur selama 8—10 jam sehari tidak hanya akan me-recharge otak Anak Baik, namun juga tubuh mereka yang dalam masa tumbuh cepat.  

 

Anak yang tidak cukup tidur cenderung memiliki masalah dengan ingatan dan konsentrasi. Mereka juga lambat bereaksi dan terkadang depresi. 

 

Tanda-tanda anak membutuhkan lebih banyak tidur adalah dia kesulitan bangun pagi, sulit berkonsentrasi, sering dilaporkan tertidur di kelas, dan kerap tampak murung 

 

Berikut beberapa tips agar Anak Baik bisa tidur lebih nyenyak setiap hari:

 

Nikmati segelas susu sebelum tidur

Setelah minum susu umumnya akan timbul rasa kantuk. Di dalam susu ada protein tinggi yang mengandung asam amino triptofan. Asam amino ini yang memproduksi serotonin yang membuat kita merasa mengantuk. Itulah mengapa sudah sejak lama kita selalu disarankan untuk minum segelas susu sebelum tidur.

 

Tidur pada waktu yang sama

Cobalah tidur pada waktu yang sama setiap malam. Jaga agar kamar dalam kondisi sejuk, temaram, dan jauh dari kebisingan. Saat bangun tidur, segera buka tirai atau nyalakan lampu.

 

Gunakan tempat tidur hanya untuk tidur. 

Hindari mengerjakan PR atau bermain game saat berada di tempat tidur. Menggunakan media elektronik dan terpapar cahaya sebelum mencoba tidur dapat membuat anak lebih sulit untuk terlelap.

 

Tidur siang secukupnya

Tidur siang terlalu lama dapat membuat anak sulit tidur di malam hari. Jika ingin tidur siang, batasi waktunya sekitar 30 menit saja. 

 

Tulis diary

Jika Anak Baik mengeluh masih sulit tidur, cobalah  minta ia memiliki buku harian. Menulis diary sebelum tidur, bisa mengurangi stres dan kekhawatiran sehingga membuatnya tidur lebih cepat dan lebih nyenyak. 

 

Jika sudah mencoba tips-tips ini, namun anak masih mengalami sulit tidur disertai gejala lain, seperti bangun sepanjang malam, selalu merasa lelah, terus sedih, sulit fokus, sering sakit kepala, dll, sebaiknya kondisi ini dikonsultasikan kepada dokter.

 

 

Referensi: www.caringforkids.cps.cahttps://www.healthline.com

Penulis: Hanny

Editor: Imelda