Sikap Optimis Anak Bisa Tumbuh Berkat Pertemanan

Jumat, 25 Januari 2019

Telah terbukti dalam berbagai penelitian kalau sikap optimis membantu kita menjadi lebih bahagia, lebih sukses, dan lebih sehat. Optimisme dapat melindungi kita dari depresi karena pandangan yang optimis membuat seseorang lebih bertahan saat menghadapi stres. 

 

Kabar baiknya lagi, optimisme bukan sesuatu yang dibawa sejak lahir, namun gaya berpikir yang dapat dipelajari. 

 

Salah satu cara belajarnya adalah dari teman-teman yang optimis. 

 

Teman-teman yang optimis akan ada saat dibutuhkan. Sewaktu kita bersedih, mereka akan membantu kita melewati kesedihan itu. Ini berbeda dengan orang-orang dengan pikiran negatif. Mereka akan merayakan kejatuhan orang lain dan pada akhirnya akan membuat kita merasa lebih buruk dan bertambah stres. 

 

Yang paling penting, menjalin pertemanan dengan orang-orang optimis akan mengasah sikap optimis anak. Para sobatnya itu akan menginspirasi anak untuk selalu menjadi lebih baik. 

 

Mereka juga akan mendorong anak mencoba hal-hal baru, mencapai tujuan, dan berani memiliki mimpi. Sangat sering orang takut berbagi cerita tentang mimpi-mimpinya karena takut diejek. Namun anak akan merasa nyaman karena teman-teman optimisnya akan memberi dorongan emosional yang dibutuhkan untuk mengejar apa yang ia inginkan dalam hidup.

 

Karena itu, saat anak menjalin pertemanan, mintalah ia untuk melihat karakter kawan-kawannya. Mungkin si teman tidak akan selalu bersikap optimis. Sepertinya halnya kita bisa marah, tapi bukan berarti pemarah. Namun kalau kita sering marah, orang akan menilai kita sebagai pemarah. 

 

Begitu juga dengan sikap optimis. Terkadang, si teman mungkin akan bersikap menjengkelkan, namun secara keseluruhan mereka adalah teman yang baik, optimis, dan menyenangkan. Biarkan anak belajar menilai apakah seseorang teman memiliki pengaruh baik dalam hidupnya atau tidak. 

 

Idealnya, anak perlu menghabiskan lebih banyak waktu dengan teman-teman yang bersikap optimis dan lebih sedikit waktu dengan teman-temannya yang berpikiran negatif.

 

Saat Anak Baik tumbuh menjadi anak yang optimis, orang-orang yang selalu berpandangan positif akan berbondong-bondong datang kepadanya. Sebab, secara alami, kita akan menarik teman-teman yang paling mirip dengan diri kita. 

 

Penulis: Hanny

Editor: Imelda

Tags: