Ini Rahasia Agar Anak Senang Kerjakan PR

Kamis, 24 Oktober 2019

Pekerjaan rumah atau PR kerap membuat anak kesal dan menggerutu.  Benar enggak, Bu? Dalam laman kidshealth.org dijelaskan syarat awal agar anak mau mengerjakan PR-nya dengan senang hati adalah orang tua harus memberi support terlebih dulu. Setidaknya ini akan menunjukkan pada anak bahwa PR itu suatu hal yang penting.

 

Namun bukan berarti Ibu yang harus mengerjakan PR anak.  Kalau seperti ini, anak memang bisa dapat nilai 100, tapi akan percuma karena dia tidak belajar apa pun dari PR itu.  

 

PR jangan dianggap remeh lho, Bu, karena ternyata jumlah PR dan waktu yang digunakan untuk mengerjakan PR berbanding lurus dengan performa akademik siswa, karena mereka jadi lebih memahami materi pelajaran yang diberikan.

 

Jadi dukungan apa yang dapat diberikan orang tua agar anak dapat membangun kebiasaan mengerjakan PR-nya? Ini dia:

 

  • Siapkan ruang belajar 

Pastikan ada tempat yang cukup terang untuk anak menyelesaikan PR-nya. Siapkan alat tulis, seperti kertas, pensil, penghapus, dsb dalam jangkauan.

 

  • Jadwalkan waktunya

Pekerjaan rumah perlu dilakukan pada waktu yang sama setiap hari. Beberapa anak lebih senang mengerjakan PR  di sore hari sambil makan camilan dan minum susu Real Good. Yang lain mungkin lebih suka setelah makan malam. Biarkan anak yang memilih jam belajarnya. Tugas Ibu adalah mengingatkannya.

 

  • Jauhkan anak dari gangguan

Ini berarti TV dimatikan dan hape untuk sementara disingkirkan. Kecuali jika anak memang membutuhkan materi dari internet untuk memperkaya atau memahami materi PR-nya. 

 

  • Pastikan anak mengerjakan PR sendiri. 

Dengan mengerjakan PR, anak akan belajar banyak hal. Ibu tetap bisa membantu menjelaskan soal-soal yang sulit dan mengecek PR itu bila sudah selesai dikerjakan. Untuk PR yang jumlahnya banyak, sarankan anak untuk mencicil. Biasanya guru memberi waktu seminggu untuk mengerjakannya. Dengan mencicil, anak jadi lebih mudah dan tidak terbebani.

 

  • Biarkan anak merima konsekuensinya

Terkadang ada saat anak  malas mengerjakan PR walau diingatkan. Tak perlu terlalu memaksa, sesekali anak perlu merasakan konsekuensi atas pilihannya. Saat tidak mengerjakan PR, kemungkinan ia akan mendapat hukuman dari guru atau mendapat nilai jelek. Anak dapat belajar banyak hal dari sini.

 

  • Puji hasil kerjanya.

Jika PR Anak Baik mendapat nilai sempurna, jangan lupa untuk memujinya dan beri ia susu Real Good, biar anak tambah semangat!

 

Penulis: Hanny

Editor: admin

Tags: