Fakta Menarik Sarapan yang Jarang Diketahui

Kamis, 10 Oktober 2019

Ibu pasti tahu betul kesibukan pagi hari. Tapi, seberapa pun terburu-burunya, selalu sempatkan Anak Baik untuk sarapan, ya, Bu. Kalau repot memasak sesuatu, sarapan sederhana, seperti sereal yang ditambah susu Real Good, sudah dapat membantu memberi energi bagi Anak Baik. 

 

Banyak penelitian mengaitkan sarapan dengan kesehatan yang baik. Nah, berikut beberapa fakta menarik tentang sarapan:

 

  • Sarapan membantu anak melakukan yang terbaik di kelas. Studi menunjukkan pemakan sarapan memiliki skor yang lebih baik dalam matematika, membaca, dan tes standar. Sarapan membuat tubuh bisa kembali menyimpan glukosa, jenis karbohidrat penting yang dibutuhkan fungsi otak.

 

  • Sarapan membuat anak tersenyum lebih banyak, karena sarapan bisa membuat anak lebih bahagia dan meningkatkan mood sekaligus menurunkan stres.

 

  • Tak semua jenis makanan sarapan memberikan efek yang sama. Makanan yang mengandung banyak karbohidrat sederhana, seperti donat, memang dapat memberi energi, namun bisa membuat anak mudah mengantuk nantinya.

 

  • Sarapan yang baik adalah yang mengandung karbohidrat kompleks, seperti nasi merah, roti gandum utuh, begitu juga buah-buahan dan sayuran. 

 

  • Makanan yang mengandung protein juga disarankan dalam sarapan. Protein bisa menjaga stamina sepanjang hari serta mencegah rasa lapar hingga jam makan siang. Setiap gelas susu, seperti Real Good, mengandung protein. Susu juga merupakan sumber kalsium pembentuk tulang. Jadi biasakan Anak Baik untuk makan sarapan dan minum susu Real Good tiap pagi.

 

  • Studi menunjukkan anak-anak yang makan sereal dan susu untuk sarapan secara teratur mendapatkan lebih banyak nutrisi yang mereka butuhkan, (seperti serat, kalsium, zat besi, dsb) dan penurunan lemak dan kolesterol. 

 

Melewatkan sarapan adalah “kebiasaan” umum di seluruh dunia. Survei Kesehatan dan Nutrisi Nasional 1999-2006 di Amerika Serikat melaporkan antara 20% dan 30% anak-anak dan remaja sering melewatkan sarapan. Di India, proporsi anak-anak yang tidak sarapan pagi secara teratur bahkan lebih tinggi (lebih dari 50%). Di Indonesia belum ada studi serupa, namun kita berharap ini tidak terjadi.

 

Sumber: http://www.p2ptm.kemkes.go.id/, https://www.ncbi.nlm.nih.gov/ 

Penulis: Hanny

Editor: admin