6 Manfaat Aktivitas Fisik Bagi Pertumbuhan dan Perkembangan Anak

Kamis, 19 September 2019

Anak Baik membutuhkan aktivitas fisik, tidak hanya untuk bugar, namun juga untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Dalam www.who.int dijelaskan anak-anak usia 5—17 tahun harus melakukan aktivitas fisik kategori sedang hingga berat selama 60 menit setiap hari. 

 

Itu termasuk jalan cepat, bersepeda, bermain, berlari dan melakukan olahraga yang terstruktur, seperti ikut klub basket, sepakbola, dsb. Waktu 60 menit ini tidak harus dilakukan semuanya dalam sekali jalan. Tapi dapat dipecah menjadi berbagai aktivitas fisik sepanjang hari.

 

Berikut manfaat aktivitas fisik bagi pertumbuhan dan perkembangan anak:

 

1. Menguatkan jantung

Jantung adalah otot. Seperti otot tubuh lainnya, kemampuan jantung akan meningkat ketika secara teratur Anak Baik berolahraga. Dengan rajin berolahraga, jantung menjadi lebih kuat.

 

2. Memperkuat paru-paru

Beraktivitas fisik akan meningkatkan kapasitas paru-paru. Paru-paru berfungsi  untuk memompa udara masuk dan keluar dari tubuh. Paru-paru yang kuat akan lebih banyak menarik oksigen ke dalam tubuh dan mengeluarkan lebih banyak karbondioksida. 

 

3. Mengontrol berat badan 

Ketika Anak Baik banyak beraktivitas, ia akan banyak membakar kalori, menghilangkan lemak, dan menjaga berat badan agar tak berlebihan.

 

4. Memperkuat tulang

Beraktivitas fisik memperkuat tulang dengan dua cara. Pertama dengan membuat otot lebih kuat sehingga meningkatkan koordinasi dan keseimbangan. Kalau koordinasi dan keseimbangannya baik, anak cenderung tidak jatuh atau mengalami patah tulang. Kedua, membantu membangun massa tulang, yang membuat tulang lebih kuat. Jadi saat terjatuh, tulang akan lebih kecil kemungkinannya untuk patah.

 

5. Meningkatkan kesejahteraan emosional

Saat berolahraga, kita akan melepaskan beta-endorphin, zat alami dalam tubuh yang bisa bikin kita happy.

 

6. Mengasah keterampilan sosialisasi

Beraktivitas fisik biasanya dilakukan di luar rumah, ini akan membuat Anak Baik bertemu banyak orang dan bisa mengasah keterampilan bersosialisasinya. Anak-anak yang memiliki banyak aktivitas positif juga cenderung lebih mudah mengadopsi perilaku sehat, seperti menghindari rokok, alkohol, narkoba, dan menunjukkan prestasi akademik yang lebih tinggi di sekolah.

 

Penulis: Hanny

Editor: admin